Sebagai
seorang backpacker, tentu saja hal yang selalu menjadi pertanyaan ialah
“bagaimana liburan ke berbagai tempat dengan budget seminim mungkin?”. Saat
itulah naluri seorang backpacker akan terpicu untuk mencoba hal-hal yang baru.
Liburan ke luar negeri? Why not?
liburan
semester ini aku benar-benar menjelajahi beberapa tempat sekaligus, mulai dari
dataran tinggi Dieng, Lombok, hingga Malaysia. Kalau mau jujur, liburan ke
Malaysia lebih recommended bagi para
backpacker, soalnya harga tiket pesawat ke Malaysia jauh lebih murah
dibandingkan ke luar Jawa. Beberapa teman di kampus sering takjub ketika kukasih
tahu harga tiket PP ke Malaysia, kata mereka ongkos mudik keluar jawa bisa
sampai 1 juta lebih untuk PP. Bayangin, aku pernah dapat tiket seharga 400ribu
rupiah untuk PP dari Jogja ke Malaysia. Bahkan di Jakarta seringkali ada promo
dengan harga yang lebih murah. Namun,
liburan ke Malaysia hanya direkomendasikan bagi para backpacker yang menyukai
kota moderen dan shopping. Bagi para
pencinta alam mah,, Lombok ke timur itu sangat direkomendasikan. Namun harus
siap-siap juga, semakin ke timur semakin mahal. Tapi pantaslah dengan keindahan
yang nantinya di dapat. Sumpah, bikin adem dan makin cinta sama nih negeri,
Indonesia memang no 1. kalau mau bener-bener murah atau bahkan free tentu saja
bisa. Siapa sih yang nggak tahu caranya? Para backpacker mah,, terlalu expert dalam hal ini, apalagi kalau
bukan via truk.
sampai
dibandara KLIA, ada 4 cara yang dapat ditempuh menuju Kuala Lumpur.
1.
Via
bus – berangkat dari KLIA turun di KL sentral dengan tariff sekitar RM8-10
dengan waktu tempuh sekitar 2jam
2.
Via
kereta express – berangkat dari KLIA turun di KL sentral hanya memakan waktu 30
menit dengan tariff RM35
3.
Via
MRT – berangkat dari KLIA menggunakan rapid express atau rapid transit dan turun
di KL sentral, tariff dan lamanya kurang tahu, hehehe yang jelas bakalan
singgah di banyak stasiun
4.
Taxi
– nggak perlu Tanya harganya kan? Yang jelas, mahal dan sangat tidak
direkomendasikan bagi backpacker.
Khusus penginapan, bisa
searching di berbagai situs,, soalnya nggak pernah nginap di hotel dsb, jadi
nggak bisa ngasih rekomendasi. Kalau di Chowkit sih beberapa kali lihat ada
hotel yang tarifnya sekitar RM50-70an, tapi nggak tau juga isinya kaya gimana. Setelah
sampai di KL bisa langsung nyari bus GO KL. Bus yang paling bersahabat dengan
para backpacker. Kamu bakalan diajak muter-muter KL free, cihuuuiiiii. Bus GO
KL bewarna pink ngejreng, jadi siapapun nggak bakalan khilaf sampai nggak
nyadar kalau bus nya terlewat. Bus di Malaysia nggak ada kernetnya (ada sih,
tapi jarang) jadi bagi yang amatir nggak bakalan tahu bus itu berhenti dimana.
Soalnya halte yang dilewatin banyak banget, dan nggak bakalan berhenti kalau
nggak ada penumpang yang mencet bel yang ada disamping AC.
![]() |
| Tampak dalam bus GO KL |
![]() |
| Tampak luar bus GO KL, tolong abaikan turisnya yaaa :D |
![]() |
| Rute bus GO KL, emang burem, lebih baik searching aja yaaa hehehe |
Kalau kemarin sih aku
nyari bus yang ke kota raya. Kota raya tu semacam pusat kota KL, kalau di Jogja
mungkin Alkid gitu lah. Berhubung solo backpacker, turun dari bus langsung
jalan kegirangan, lompat kesana – lompat kesini :D dan berhubung bawa tongsis,
kebayang kan,,, seekor makhluk narsis lepas dan selfie dimana-mana :) .
TKP pertama, dataran
merdeka. Dataran merdeka sebenarnya hanyalah lapangan rumput yang luas dan juga
ada tugu yang yang tinggi banget dan biasa banget, mungkin sejenis tempat
pengibaran bendera gitulah. Tetapi bangunan sekeliling dataran merdeka lah yang
bikin takjub, bangunan khas eropa gitu yang kini dijadikan kantor pemerintahan,
museum dsb. Maklumlah, dulu Malaysia adalah Negara jajahan Inggris, dan sialnya
Inggris itu baik hati banget mau bangunin berbagai sarana dan prasarana. Beda
banget sama penjajah Indonesia, yang meskipun tak kalah kaya dari Inggris, tapi
taka da peninggalan apapun. Yah, namanya juga menjajah – mengambil, bukan
memberi. Meskipun begitu, entah mengapa hati ini tetap cinta Negara itu dan
pengen banget kesana,,, fokus!!
![]() |
| Jalan menuju Dataran Merdeka |
![]() |
| Icon Kuala Lumpur |
![]() | ||
| Masjid Al Jame'e, sayangnya nggak tahu jalan kesana, pas nanya orang lokal pun dia juga nggak tahu |
Abaikan curhatan diatas
yak,,, kembali lagi ke solo backpacker. Setelah puas jumpalitan di dataran
merdeka, setelah itu langsung jalan kaki tak tahu arah. Awalnya memang hanya
ingin jalan-jalan saja, sekaligus observasi masyarakat nya getooh,, eh setelah
itu nemu jalan yang mengarah ke pasar seni. Sempat baca tentang itu sih, tapi
saat itu emang bawa budget seadanya jadi nggak kepikiran untuk mampir. Eh
apalah daya, kaki ini melangkah begitu saja kesana.
Diseberang memang sudah nampak
orang berkerumun, akhirnya niat juga mampir kesana buat lihat-lihat, niatnya.
Awalnya kukira pasar seni hanyalah deretan kios outdoor, ternyata pasar seni
itu indoor, dan parahnya lagi, harganya murah-murah, hadeghhh. Gantungan kunci
khas Malaysia hanya dijual RM5/5biji, sedangkan di KLCC si menara kembar,
harganya bisa sampai RM20-25. Selain itu, pasar seni juga gudangnya barang unik
dan lucu, akhirnya khilaflah diri ini, sambal berpikir “ah kalau kehabisan uang
mah gampang, transportasi disini murah, pasti masih bisa pulang” #gubrakk.






