Tampilkan postingan dengan label My Vocation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Vocation. Tampilkan semua postingan

Solo Backpacker Chapter Kuala Lumpur Part 1/2

Jumat, 20 Maret 2015

            Sebagai seorang backpacker, tentu saja hal yang selalu menjadi pertanyaan ialah “bagaimana liburan ke berbagai tempat dengan budget seminim mungkin?”. Saat itulah naluri seorang backpacker akan terpicu untuk mencoba hal-hal yang baru. Liburan ke luar negeri? Why not?
            liburan semester ini aku benar-benar menjelajahi beberapa tempat sekaligus, mulai dari dataran tinggi Dieng, Lombok, hingga Malaysia. Kalau mau jujur, liburan ke Malaysia lebih recommended bagi para backpacker, soalnya harga tiket pesawat ke Malaysia jauh lebih murah dibandingkan ke luar Jawa. Beberapa teman di kampus sering takjub ketika kukasih tahu harga tiket PP ke Malaysia, kata mereka ongkos mudik keluar jawa bisa sampai 1 juta lebih untuk PP. Bayangin, aku pernah dapat tiket seharga 400ribu rupiah untuk PP dari Jogja ke Malaysia. Bahkan di Jakarta seringkali ada promo dengan harga yang lebih murah. Namun,  liburan ke Malaysia hanya direkomendasikan bagi para backpacker yang menyukai kota moderen dan shopping. Bagi para pencinta alam mah,, Lombok ke timur itu sangat direkomendasikan. Namun harus siap-siap juga, semakin ke timur semakin mahal. Tapi pantaslah dengan keindahan yang nantinya di dapat. Sumpah, bikin adem dan makin cinta sama nih negeri, Indonesia memang no 1. kalau mau bener-bener murah atau bahkan free tentu saja bisa. Siapa sih yang nggak tahu caranya? Para backpacker mah,, terlalu expert dalam hal ini, apalagi kalau bukan via truk.
            sampai dibandara KLIA, ada 4 cara yang dapat ditempuh menuju Kuala Lumpur.
1.    Via bus – berangkat dari KLIA turun di KL sentral dengan tariff sekitar RM8-10 dengan waktu tempuh sekitar 2jam
2.    Via kereta express – berangkat dari KLIA turun di KL sentral hanya memakan waktu 30 menit dengan tariff RM35  
3.    Via MRT – berangkat dari KLIA menggunakan rapid express atau rapid transit dan turun di KL sentral, tariff dan lamanya kurang tahu, hehehe yang jelas bakalan singgah di banyak stasiun
4.    Taxi – nggak perlu Tanya harganya kan? Yang jelas, mahal dan sangat tidak direkomendasikan bagi backpacker.
Khusus penginapan, bisa searching di berbagai situs,, soalnya nggak pernah nginap di hotel dsb, jadi nggak bisa ngasih rekomendasi. Kalau di Chowkit sih beberapa kali lihat ada hotel yang tarifnya sekitar RM50-70an, tapi nggak tau juga isinya kaya gimana. Setelah sampai di KL bisa langsung nyari bus GO KL. Bus yang paling bersahabat dengan para backpacker. Kamu bakalan diajak muter-muter KL free, cihuuuiiiii. Bus GO KL bewarna pink ngejreng, jadi siapapun nggak bakalan khilaf sampai nggak nyadar kalau bus nya terlewat. Bus di Malaysia nggak ada kernetnya (ada sih, tapi jarang) jadi bagi yang amatir nggak bakalan tahu bus itu berhenti dimana. Soalnya halte yang dilewatin banyak banget, dan nggak bakalan berhenti kalau nggak ada penumpang yang mencet bel yang ada disamping AC.  

Tampak dalam bus GO KL

Tampak luar bus GO KL, tolong abaikan turisnya yaaa :D

Rute bus GO KL, emang burem, lebih baik searching aja yaaa hehehe

Kalau kemarin sih aku nyari bus yang ke kota raya. Kota raya tu semacam pusat kota KL, kalau di Jogja mungkin Alkid gitu lah. Berhubung solo backpacker, turun dari bus langsung jalan kegirangan, lompat kesana – lompat kesini :D dan berhubung bawa tongsis, kebayang kan,,, seekor makhluk narsis lepas dan selfie dimana-mana :) .
TKP pertama, dataran merdeka. Dataran merdeka sebenarnya hanyalah lapangan rumput yang luas dan juga ada tugu yang yang tinggi banget dan biasa banget, mungkin sejenis tempat pengibaran bendera gitulah. Tetapi bangunan sekeliling dataran merdeka lah yang bikin takjub, bangunan khas eropa gitu yang kini dijadikan kantor pemerintahan, museum dsb. Maklumlah, dulu Malaysia adalah Negara jajahan Inggris, dan sialnya Inggris itu baik hati banget mau bangunin berbagai sarana dan prasarana. Beda banget sama penjajah Indonesia, yang meskipun tak kalah kaya dari Inggris, tapi taka da peninggalan apapun. Yah, namanya juga menjajah – mengambil, bukan memberi. Meskipun begitu, entah mengapa hati ini tetap cinta Negara itu dan pengen banget kesana,,, fokus!!

Jalan menuju Dataran Merdeka

Icon Kuala Lumpur

Masjid Al Jame'e, sayangnya nggak tahu jalan kesana, pas nanya orang lokal pun dia juga nggak tahu




Abaikan curhatan diatas yak,,, kembali lagi ke solo backpacker. Setelah puas jumpalitan di dataran merdeka, setelah itu langsung jalan kaki tak tahu arah. Awalnya memang hanya ingin jalan-jalan saja, sekaligus observasi masyarakat nya getooh,, eh setelah itu nemu jalan yang mengarah ke pasar seni. Sempat baca tentang itu sih, tapi saat itu emang bawa budget seadanya jadi nggak kepikiran untuk mampir. Eh apalah daya, kaki ini melangkah begitu saja kesana.
Diseberang memang sudah nampak orang berkerumun, akhirnya niat juga mampir kesana buat lihat-lihat, niatnya. Awalnya kukira pasar seni hanyalah deretan kios outdoor, ternyata pasar seni itu indoor, dan parahnya lagi, harganya murah-murah, hadeghhh. Gantungan kunci khas Malaysia hanya dijual RM5/5biji, sedangkan di KLCC si menara kembar, harganya bisa sampai RM20-25. Selain itu, pasar seni juga gudangnya barang unik dan lucu, akhirnya khilaflah diri ini, sambal berpikir “ah kalau kehabisan uang mah gampang, transportasi disini murah, pasti masih bisa pulang” #gubrakk.

Sunway Lagoon

Rabu, 27 Maret 2013
the last place i visited in Malaysia, actually just like Ancol in Indonesia,,,,
though i never visit Ancol,, shishishi