Tampilkan postingan dengan label coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretanku. Tampilkan semua postingan

Perjalanan hati ke Lombok

Minggu, 15 Februari 2015
     "Perjalan panjang akan membuatmu mengerti berbagai hal, sedangkan proses memahami membutuhkan waktu yang lebih panjang dan rumit"

     Sejak awal aku menyebutnya perjalanan hati, sebuah proses pendewasaan diri. Jauh hari sebelum UAS semester ke-5, aku dan 2 orang sahabatku telah merencanakan ''bacpacke-ran ke Bali dan Lombok", perjalanan dengan budget yang minim. Hingga akhirnya salah seorang temanku yang lain ikut bergabung, jadilah kami berempat berangkat pada tanggal 6 Februari 2015. 
     Kami berempat berasal dari berbagai daerah yang berbeda, baik bahasa maupun budaya. Mulai dari provinsi Jakarta, Jawa Tengah, Jawa timur, hingga Sulawesi Selatam. Teringat salah satu bunyi iklan, "Perbedaan itu seperti air dan minyak yang tidak pernah bisa bersatu tapi bisa berdampingan. Ada kehangatan di setiap perbedaan, yang berbeda-beda tapi satu selera" :D Indonesia banget kan? ralat!! INDOMIE BANGET.
     Setelah beberapa kali melakukan rapat internal dan menyelesaikan UAS yang membuat kepala puyeng, akhirnya kami benar-benar berangkat. Berangkat dengan jiwa yang tertinggal di Jogja hahaha,,, nilai METOPEL Kualitatif yang bikin miris membuat kami bertiga harus ikut remidi sehingga mau nggak mau harus balik ke Jogja sebelum tanggal 16 Februari. Hal tersebut lah yang membuat nama si Dosen melejit di dunia maya, ibarat hastag, nama keramat tersebut telah menjadi tranding topic, kekeke. Bahkan, saat dalam perjalanan maupun saat eksplor beberapa tempat di Lombok, kami seringkali  menyebut nama keramat itu, seseorang yang tidak boleh disebutkan namanya.
     Tidak ada yang namanya sempurna, begitupun dengan rencana kami. Rencana yang sempat berantakan, hal-hal diluar ekpektasi, perbedaan pendapat, maupun kejadian yang tidak mengenakkan lainnya, bahkan aku sempat mengalami kecelakaan. Tapi itulah yang membuatku berbeda, keragaman masalah yang telah ku hadapi membuatku terus berproses,,, meskipun tak semua hal berhasil memberiku pencerahan, namun hal itulah yang membuatku terus berusaha melakukan evaluasi diri.
     Perjalanan ini bahkan membuatku mengerti orang-orang yang baru saja kutemui,, kehangatan keluarga baru rumah singgah, really unforgettable experience :) Perjalanan yang juga membuatku mencintai Indonesia lebih dari sebelumnya. Perjalanan yang telah mengubah mindset ku,,

Buat apa mempelajari budaya negeri orang kalau budaya negeri sendiri tidak tahu?
Buat apa belajar di negeri orang, kalau belajar dari negeri sendiri tidak mau?

Si Cipluk Jalan-jalan

     Berawal dari sebuah buku, "Bahasa Indonesia". Tak pernah kusangka rasa kagum itu telah membawaku ke berbagai tempat yang (dulu) sulit kujamah. Bermula dari hobi membaca yang telah memberiku wawasan tentang berbagai hal. Deskripsi tentang berbagai daerah di Nusantara kulahap habis, entah itu dalam bentuk berita maupun legenda. Indonesia yang kaya akan cerita dan kekayaan alam. Contohnya ialah, Borobudur yang notabene merupakan salah satu keajaiban dunia, legenda gunung Tangkuban Perahu, keindahan dataran tinggi Dieng, adat Bau Nyale, sejarah Indonesia. 
     Entah sejak kapan rasa kagumku itu mulai luntur, berganti dengan kekaguman pada negara-negara di luar sana. Belahan dunia yang lainnya, tempat yang jauh dari kota kelahiranku. Aku pun mulai sibuk mencari beasiswa ke luar negeri, aku bahkan tak melirik satu pun universitas yang ada di negaraku. Aku memang mencintai Indonesia, namun aku terlupa akan kekayaan negeriku dan memilih untuk berkunjung ke berbagai negara di luar sana. Hingga akhirnya lupa itulah yang membuatku mencoba mengingat-ingat kembali tentang keindahan negeriku, melalui eksplorasi Indonesia. Cerita di buku itulah yang mengantarku ke berbagai daerah di pelosok negeriku.  
     Yogyakarta kota pelajar. Saat aku duduk di kelas 6 SD, yang terbayang tentang kota itu ialah, Yogya tempat berkumpulnya orang-orang pintar :D :D aku pun memiliki mimpi "aku akan menjadi anak yang pintar agar dapat sekolah di Jogja". Tahun 2012 aku pun resmi menjadi salah satu mahasiswa prodi Psikologi di Universitas Islam Indonesia, yang konon merupakan universitas tertua di Indonesia yang didirikan oleh para pahlawan. Aku bahkan terdaftar sebagai penerima beasiswa mahasiswa unggulan pondok pesantren UII.

PESTA UII 2012


     Setelah resmi berstatus sebagai mahasiswa, aku pun aktif di berbagai organisasi dan mendapatkan banyak teman :) yang akhirnya mengantarkanku ke berbagai tempat di negeriku, tempat-tempat yang ada di buku itu. Satu-persatu aku mengunjungi tempat-tempat itu,,, yang pertama ialah dataran tinggi Dieng. Merupakan salah satu kota di provinsi Jawa tengah. Desa yang memiliki ketinggian 2.306mdpl, tempat dimana kau dapat melihat awan disekitarmu yang seakan-akan membuatmu merasa di kahyangan. Mungkin hal tersebutlah yang membuat Dieng seringkali disebut sebagai tanah Dewa. Selain itu, Dieng juga memiliki tanah yang subur, pemandangan yang mengagumkan dan juga keramahan penduduk lokal yang luar biasa :)

Pendakian Gunung Perahu 28 September 2014

Bukit Sikunir 31 Februari 2015

Telaga Warna

     Pada semester ke-4 lah aku mengunjungi candi Borobudur. Meskipun hanya ditempuh dalam waktu 30 menit an dari kampus, kesempatan itu seringkali berbenturan dengan berbagai hal, tugas, kegiatan, maupun isi kantong :D mahasiswa. Seringkali orang mengatakan bahwa jarak merupakan permasalahan kronis. Nyatanya hal tersebut bukanlah masalah ketika kau memiliki niat.

Borobudur 1 November 2014

     Terakhir ialah kunjungan ke Lombok, meskipun saat itu berbarengan dengan Bau Nyale. Tapi aku lebih memilih mengunjungi Gili Kondo yang konon katanya mengalahkan Gili Trawangan dari segi keindahan alamnya. Padahal aslinya nggak mau lihat cacing, jadi ngomonnya kaya gitu :D 


     Intinya, buku pelajaran itulah yang merekam semuanya dalam ingatanku, hingga akhirnya terealisasikan satu-persatu. Padahal hal tersebut tak pernah masuk list mimpiku, hal-hal yang seharusnya kucapai. Mungkin itu lah yang disebut kekuatan alam bawah sadar :D yang akhirnya menamparku, mengingatkanku akan akan negeriku, dan lebih mencintai Indonesia lebih dari sebelumnya. Hingga akhirnya aku memutuskan, explore Indonesia first than other