"Perjalan panjang akan membuatmu mengerti berbagai hal, sedangkan proses memahami membutuhkan waktu yang lebih panjang dan rumit"
Sejak awal aku menyebutnya perjalanan hati, sebuah proses pendewasaan diri. Jauh hari sebelum UAS semester ke-5, aku dan 2 orang sahabatku telah merencanakan ''bacpacke-ran ke Bali dan Lombok", perjalanan dengan budget yang minim. Hingga akhirnya salah seorang temanku yang lain ikut bergabung, jadilah kami berempat berangkat pada tanggal 6 Februari 2015.
Kami berempat berasal dari berbagai daerah yang berbeda, baik bahasa maupun budaya. Mulai dari provinsi Jakarta, Jawa Tengah, Jawa timur, hingga Sulawesi Selatam. Teringat salah satu bunyi iklan, "Perbedaan itu seperti air dan minyak yang tidak pernah bisa bersatu tapi
bisa berdampingan. Ada kehangatan di setiap perbedaan,
yang berbeda-beda tapi satu selera" :D Indonesia banget kan? ralat!! INDOMIE BANGET.
Setelah beberapa kali melakukan rapat internal dan menyelesaikan UAS yang membuat kepala puyeng, akhirnya kami benar-benar berangkat. Berangkat dengan jiwa yang tertinggal di Jogja hahaha,,, nilai METOPEL Kualitatif yang bikin miris membuat kami bertiga harus ikut remidi sehingga mau nggak mau harus balik ke Jogja sebelum tanggal 16 Februari. Hal tersebut lah yang membuat nama si Dosen melejit di dunia maya, ibarat hastag, nama keramat tersebut telah menjadi tranding topic, kekeke. Bahkan, saat dalam perjalanan maupun saat eksplor beberapa tempat di Lombok, kami seringkali menyebut nama keramat itu, seseorang yang tidak boleh disebutkan namanya.
Tidak ada yang namanya sempurna, begitupun dengan rencana kami. Rencana yang sempat berantakan, hal-hal diluar ekpektasi, perbedaan pendapat, maupun kejadian yang tidak mengenakkan lainnya, bahkan aku sempat mengalami kecelakaan. Tapi itulah yang membuatku berbeda, keragaman masalah yang telah ku hadapi membuatku terus berproses,,, meskipun tak semua hal berhasil memberiku pencerahan, namun hal itulah yang membuatku terus berusaha melakukan evaluasi diri.
Perjalanan ini bahkan membuatku mengerti orang-orang yang baru saja kutemui,, kehangatan keluarga baru rumah singgah, really unforgettable experience :) Perjalanan yang juga membuatku mencintai Indonesia lebih dari sebelumnya. Perjalanan yang telah mengubah mindset ku,,
Buat apa mempelajari budaya negeri orang kalau budaya negeri sendiri tidak tahu?
Buat apa belajar di negeri orang, kalau belajar dari negeri sendiri tidak mau?
Tidak ada yang namanya sempurna, begitupun dengan rencana kami. Rencana yang sempat berantakan, hal-hal diluar ekpektasi, perbedaan pendapat, maupun kejadian yang tidak mengenakkan lainnya, bahkan aku sempat mengalami kecelakaan. Tapi itulah yang membuatku berbeda, keragaman masalah yang telah ku hadapi membuatku terus berproses,,, meskipun tak semua hal berhasil memberiku pencerahan, namun hal itulah yang membuatku terus berusaha melakukan evaluasi diri.
Perjalanan ini bahkan membuatku mengerti orang-orang yang baru saja kutemui,, kehangatan keluarga baru rumah singgah, really unforgettable experience :) Perjalanan yang juga membuatku mencintai Indonesia lebih dari sebelumnya. Perjalanan yang telah mengubah mindset ku,,
Buat apa mempelajari budaya negeri orang kalau budaya negeri sendiri tidak tahu?
Buat apa belajar di negeri orang, kalau belajar dari negeri sendiri tidak mau?
.jpg)

